| Dakwaan |
Pada hari Rabu tanggal 12 Maret 2025, sekitar Pukul 16.00 wita bertempat di halaman Kampus Stikes Bina Bangsa Majene yang beralamatkan di Lingkungan Lutang, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, awalnya korban menuju kampusnya, dan setibanya di depan STIKES Bina Bangsa Majene, Korban melihat rekan-rekan Korban sudah membuat barisan di depan STIKES, sehingga Korban pun ikut bergabung dengan rekan-rekan Korban, Setelah Organisasi HMI berorasi sekitar 30 menit, Kondisi unjuk rasa sudah tidak kondusif, karena salah satu anggota HMI yang mengibarkan dan mengarahkan bendera organisasinya ke arah mahasiswi dan mengenai beberapa mahsiswi STIKES Bina Bangsa Mejene. Beberapa Mahasiswi STIKES BBM pun mulai menarik bendera organisasi HMI, yang menyebabkan bendera dari organisasi HMI menjadi robek. Setelah kejadian tersebut, kondisi unjuk rasa menjadi semakin tidak kondusif dan mulai terjadi kontak fisik. Pada kejadian tersebut Korban mengalami penganiayaan berupa terkena pukulan sebanyak dua kali dari arah depan Korban, dengan menggunakan tangan kiri yang mengenai bagian pelipis kanan Korban dan tulang pipi sebelah kiri. Yang mana ciri-ciri dari yang menganiaya Korban, berciri-ciri laki-laki, menggunakan baju kemeja lengan Panjang dengan motif batik berwarna merah, dan menggunakan peci berwarna hitam. Laki laki tersebut merupakan kader dari HMI, adapun setelah korban mencari tahu identitas orang tersebut yakni bernama ASFIN. |